Selamat Malam

Aku berharap kau masih terjaga,

Tak usah direnungi, ini hanya sekelumit ungkapan rasa berdosa yang tersisa, aku hanya mencoba berusaha menyusun kata agar bermakna bijak, atau setidaknya kau akan tau setelah hujan mulai reda…

Seperti kemaren…
Kau yang tersenyum tak ada rasa takut. Walau kini semua ceritaku hanya kau warnai diatas kanvas… sesulit apapun, selalu ingin kuartikan setiap lukisanmu, walau terkadang ada tangis lelah, tetapi, apapun kau kini, aku takkan pernah bosan menutupi banggaku… Baca lebih lanjut

Aku akan pulang, yah…

(SENIN, 5/8)
Lembaran lembaran merah dari dompet ayah sekejap berpindah ke tanganku, jatah bulanan, cukuplah untuk hidup di negeri orang. Namun kali ini ditambah dengan selembar kertas yang entah apa itu. 

”Hati hati nak, ini karya bapakmu, dibukanya nanti aja kalo udah sampai di kost, jangan diketawain lho kalo jelek !”, sepatah kalimat itu membungkus keseluruhannya.

Kugapai tangan kekar ayah tanda aku menyetujui kesepakatan yang dibuatnya.

Sampai di tempat tujuan. Penasaran, kubuka lembaran itu, kubaca, dan… tak dapat ku bekata kata… :’)

Baca lebih lanjut