Aku akan pulang, yah…

(SENIN, 5/8)
Lembaran lembaran merah dari dompet ayah sekejap berpindah ke tanganku, jatah bulanan, cukuplah untuk hidup di negeri orang. Namun kali ini ditambah dengan selembar kertas yang entah apa itu. 

”Hati hati nak, ini karya bapakmu, dibukanya nanti aja kalo udah sampai di kost, jangan diketawain lho kalo jelek !”, sepatah kalimat itu membungkus keseluruhannya.

Kugapai tangan kekar ayah tanda aku menyetujui kesepakatan yang dibuatnya.

Sampai di tempat tujuan. Penasaran, kubuka lembaran itu, kubaca, dan… tak dapat ku bekata kata… :’)

Baca lebih lanjut