Angin Tenggara

Sudah sekian asa ditulis jiwa pemberang dalam batas jingga kemerahan cakrawala, mencari cahaya saga yang diperangkap surya dalam bias bias warna permaisuri bianglala

”wahai senja, mengapa tak kunjung kita berjumpa ?”, sudah lelah camar camar terbang merentang utara hingga tenggara, tak juga kutemukan kau dalam rinai rintik kesedihan awan dan gemerlap pesta hujan, di pantai kita, di kaki langit ini

”demi renjana !” teriakmu, lalu kudekap engkau demi bunga bunga yang mulai layu, letih, menembang lagu rindu selama siang dengan pilu, lantang menentang langit yang mulai kehilangan biru, saat malam siap datang memberi gelap, lalu dipelukan, kita kembali senyap

mengendap. senja mulai kehilangan warna… dengan sempurna, seraya mengakrapi sepi nya malam dan dingin tatapan sang rembulan, kita dalam kejauhan…

”dapatkah kita saling menggapai awan ?”

sebuah tanya yang mungkin sejenak akan kita lupakan…

02.08.12
angananTyas

3 thoughts on “Angin Tenggara

  1. puchsukahujan berkata:

    ckckck… pujangga selalu bisaaaa saja merangkai kata
    udah dibukukan belum mas karya-karyanya?

  2. Thanks like your Angin Tenggara AngananTyas Blog

Tanggapan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s