Pakta

Siang ini Otak dan Hati memasang tulisan besar-besar “TUTUP” di depan pintu. Mereka ada janji. Bertemu empat mata. Mau bikin pakta persetujuan.

“Kenapa kamu nggak pernah setuju denganku ?” tanya Hati, ketika rapat resmi dibuka, ditandai dengan datangnya dua cangkir kopi.

“Karena kamu nonsens.”

“Aku memang bukan pemikir seperti kamu.”

“Dan itu nggak penting. Kamu terlalu banyak memberi harapan kosong.”

Baca lebih lanjut