Jika Senja tak lagi Jingga

– dalam rindu, ada sembilu yang kian kelu

 

Jika suatu ketika

Senja tak lagi jingga

 

Jika suatu ketika senja tak lagi jingga

mengenang cahayamu adalah keinginanku

irama kisah tentang kita

rapi mengalun di rangka langit

ada canda, sedikit prahara dalam langkah kita

 

jika suatu ketika senja tak lagi jingga

hangat cahayamu tetap akan kusimpan

alunan rindu denyut nadi yang berdetak

nyaring degup cepat debar jantung

disaat mataku memaku matamu

ada gerimis disana

yang mempertemukan kita dalam temaram senja

ah, sesak rindu tertahan didada

nyanyian camar juga terdengar hambar

iringan bahagia dalam luka

 
jika suatu ketika senja tak lagi jingga

aku ingin kita tetap saling menyapa

walau tanpa kata, tanpa suara

tanpa cahaya, tanpa airmata

 

 

-kur-

26 thoughts on “Jika Senja tak lagi Jingga

  1. ernestkai berkata:

    isinya kok sperti hrapan semu ngunu tha kur???
    sperti keinginan yang tdak ksampaian

  2. Adi berkata:

    bagus juga
    agak beda dengan gaya puisimu yang lain ?

  3. dearKUR berkata:

    ernestkai : ahh, terdengar seperti itukah…??

    mas Adi : makasih mas, iya, terfokus sma pilihan kata depan…, mencoba gaya baru :mrgreen:

  4. c4ks0ek1r berkata:

    dearkur,,,sedang rindu nih,puisinya melankolis banget

  5. dearKUR berkata:

    terperangkap aliran melankolis cak… πŸ™‚

  6. Adi berkata:

    ohh, aku bisa melihatnya…
    hmm, bagus bagus, nama itu ya..

  7. perlu waktu buat memahami untaian kata seperti ini kang buat saiia 😦

  8. Ian's berkata:

    puisi dari nama, disembunyikan tapi tetep kelihatan, bagus bagus

  9. dearKUR berkata:

    Ian’s & mas Adi, makasih apresiasinya…

  10. Dini berkata:

    Berharap untuk bersama…?

  11. dearKUR berkata:

    iya, harapan ini semakin datang mengendap…

  12. dianson berkata:

    wah, jadi ikutan melankolis nih kayak aku….

  13. dearKUR berkata:

    suasananya emang mendukung jadi melankolis mas…

  14. titintitan berkata:

    nice bLog ^,^
    suka jingga dan senjakah?

    ini rumah puisi yah?

    salamkenal
    *kunjungan balasan πŸ™‚

  15. cahayaMUdejavuku berkata:

    “jika suatu ketika senja tak lagi jingga

    aku ingin kita tetap saling menyapa

    walau tanpa kata, tanpa suara

    tanpa cahaya, tanpa airmata”

    >pesan dan kesan yang indaH.. aku suka.
    salam kenal.

  16. senja bersama jingga
    demikianlah
    yang diharapkan
    sehingga cinta pun
    lebih berwarna

    hmmmm…
    salam kenal ya…

  17. Pakbuz berkata:

    menarik kisahnya… senja memiliki banyak kisah dan misteri… puisi agan bikin q terhanyut pada masa laluku dulu…

    perpisahan kadangkala terjadi, benar kata agan kalau berjumpa lagi harus saling menyapa… memang sulit tp itu sikap yg terbaik.. ^^/

  18. catatanyunan berkata:

    Wangi si senja menjemput malam
    dingin yang meraup gelap
    detik berdetak, pagi
    lalu sepi lagi cerah tapi sepi

  19. dearKUR berkata:

    pakbuz : iya pak, walau terkadang tak bisa berkata kata saat jumpa…

    catatanyunan : :mrgreen:

  20. Risma berkata:

    “Dalam rindu, ada sembilu yang kian kelu”

    Keren pemilihan kata-katanya πŸ™‚

    Nulis puisi sejak kapan?

  21. dearKUR berkata:

    terimakasih apresiasinya…

    hmm, sudah sejak lama, hanya akhir akhir ini aja ingin berbagi puisi… πŸ˜€

Tanggapan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s